Yang Datang dan Tak Kembali
Ingin rasanya mengembalikan saat-saat bhagia yg telah pergi, membawa masa kecil yang indah dan tanpa masalah, membawa pulang masa muda yag penuh keceriaan atau masa2 dimana kita semua pernah bahagia, walaupun akhirnya kita sadar bahwa itu semua tidaklah mungkin terjadi. waktu yang telah pergi tak akan pernah bisa kembali.
It will never come back,,,,,
Hasan Al Bashri r.a. pernah mengatakan suatu ungkapan yang cukup indah tentang hal ini:
Tidak ada sebuah hari pun dimana fajar terbit, kecuali ia berkat: " Hai anak cucu Adam. sesungguhnya aku adalah sebuah ciptaan yang baru, dan aku melihat apa yang kau kerjakan. ambillah bekalmu, sesungguhnya bila aku berlalu, sampai hari kiamat pun aku tidak akan kembali lagi".
banyak orang menyesal dan berharap bahwa mereka akan kembali dapat mengulang masa lalunya walaupun sebenarnya mereka sadar bahwa hal itu mustahil dan tidak membawa manfaaat sama sekali. namun hal itu tetap saja dilakukan meskipun harus mengorbankan waktunya yang sekarang. hal itu menunjukkan kebodohan mereka terhadap hakikat waktu.
ada sebuah dialog menarik yag dikutip dari Kitab al-Waqt 'Amaar au Damaar yang menceritakan sebuah percakapan khayalan antara seorang ank manusia dengan waktu, yang berjudul "Percakapan dengan 1 detik".
Pada suatu ketika, aku duduk dan menghadapkan hati ini ke hadapan Allah sambil menyesali rentangan usia yang telah kulewati. kupanggil 1 detik dari waktu hidupku yag telah pergi. Lalu aku katakan kepadanya:
Manusia: Aku berharap agar engkau mau kembali kepadaku, agar aku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebaikan.
Waktu : Sungguh tidak ada waktu yang mau berkompromi untuk berhenti.
Manusia:Wahai detik, aku memohon, kembalilah padaku, agar aku dapat memanfaatkanmu dan mengisi kekuranganku pada dirimu
Waktu : Bagaimana aku biasa kembali, sedangkan aku telah tertutup oleh perbuatan2mu.
Manusia:Cobalah lakukan yang mustahil itu dan kembalilah kepadaku! Betapa banyak detik2 selainmu yang juga kusia-siakan?
Waktu : Seandainya kekuasaan ada di tanganku, pastilah aku kembali kepadamu. Namun hal itu tidak ada padaku. Dan detik2 itu terlipat oleh lembar2 amalmu dan diserahkan pada Allah.
Manusia:Duhai, alangkah menyesalnya aku. Betapa aku telah asering menyia-nyiakan detik dalam perjalanan hidupku. Tetapi sekali lagi kumohon kembalilah, niscaya aku akan beramal sholih"di dalammu" yang pernah kutinggalkan.
Waktu : Wahai orang yag lalai akan dirinya, wahai manusia yang menyia-nyiakan waktunya...Tahukah engkau, saat iini demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya engkau telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu.Mungkinkah engkau mengembalikan mereka pula?
cukuplah petikan dialog diatas yang menggambarkan bahwasanya kembalinya waktu adalah suatu hal yang mustahil, menyesali waktu yang telah lewat sama sekali tidak bermanfaat. kecuali jika penyesalan tadi meruapakan taubat atas dosa2 yag telah berlalu kemudian diiringi dengan perbuatan nyata untuk memperbaikinya.
Source: Selagi Masih Ada Waktu
by ABU FAIZ ABDURRAHMAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar