Jumat, 27 Mei 2011

Rasa Malu

Rasa malu adalah perhiasan keindahan dan kesempurnaan. Seorang yang pemalu terhormat dalam pandangan manusia. Dia akan dihargai dan dimuliakan. seseorang yang pemalu bila melihat sesuatu yang tidak ia sukai maka ia palingkan pandangannya. Apabila  melihat suatu kebaikan ia segera menerima dan menyambutnya tapi jikaia melihat kejshstsn ia menjauhinya.

Bila berbicara dengan orang lain, dia seolah2 takut salah dan mejauhi semua larangan Allah. Barangsiapa yang kurang malunya maka kurang imannya dan kuang pula yang menyukainya.

Rosululloh SAW bersabda:
" Apabila kamu tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu"

semoga Allah selalu menganugrahi kita rasa malu tersebut.
amin.
written by:
Eny chan

Jumat, 20 Mei 2011

Permata Di Atas Emas Mahkota

Mahkota
Begitu megah berharga
tak semua orang dapat memilikinya
Sang Raja dan Pangeranlah insan pemiliknya

Mahkota
Terbuat dari emas maha Mulia
Begitu gemerlap berharga pula
Membuat semua insan terpana melihatnya

Di atas mahkota
ada satu TITIK kemilau
Dia memancarkan CAHAYA
Lebih dari cahaya emas mahkota

Itulah engkau PERMATA
Biarpun mahkota begitu berharga
Engkau lebih......lebih darinya
Engkau sangat..... sangat berharga
Tak ternilai oleh apapun di dunia
Sungguh besar karunia Allh untukmu "PERMATA"
Engkau tidak akan bahagia di dunia
Akhirta pun engkau akan mendapat HidayanhNya.

Written by: 
My Friend, TW

Minggu, 15 Mei 2011

grandfather's stories

grandfather has so many stories
grandfather has a mind full of stories
fall morning under a tree
grandfather sits there with a white-faced little child
and tells her stories

white girl
selling in the market
and white girl
walking in the hottest day
and white girl
saying something on the pavement of the old way
whisper some words softly
in the run of my grandfather's voice
whisper some words softly
in the dark space that's very terrible there
grandfather's stories

and the white-faced child, listening
feels that grandfather's stories are the real one
she knows that he never forget this one
far of the literature
but if they came
right far of his own world

the little girl smiles
of a fall morning
focus on grandfather's stories

by Eny Wanti Cute
May 16th, 2011 at 2.38 am

Selasa, 10 Mei 2011

Yang Datang dan Tak Kembali

Ingin rasanya mengembalikan saat-saat bhagia yg telah pergi, membawa masa kecil yang indah dan tanpa masalah, membawa pulang masa muda yag penuh keceriaan atau masa2 dimana kita semua pernah bahagia, walaupun akhirnya kita sadar bahwa itu semua tidaklah mungkin terjadi. waktu yang telah pergi tak akan pernah bisa kembali. 

It will never come back,,,,,

Hasan Al Bashri r.a. pernah mengatakan suatu ungkapan yang cukup indah tentang hal ini: 
Tidak ada sebuah hari pun dimana fajar terbit, kecuali ia berkat: " Hai anak cucu Adam. sesungguhnya aku adalah sebuah ciptaan yang baru, dan aku melihat apa yang kau kerjakan. ambillah bekalmu, sesungguhnya bila aku berlalu, sampai hari kiamat pun aku tidak akan kembali lagi".

banyak orang menyesal dan berharap bahwa mereka akan kembali dapat mengulang masa lalunya walaupun sebenarnya mereka sadar bahwa hal itu mustahil dan tidak membawa manfaaat sama sekali. namun hal itu tetap saja dilakukan meskipun harus mengorbankan waktunya yang sekarang. hal itu menunjukkan kebodohan mereka terhadap hakikat waktu.

ada sebuah dialog menarik yag dikutip dari Kitab al-Waqt 'Amaar au Damaar yang menceritakan sebuah percakapan khayalan antara seorang ank manusia dengan waktu, yang berjudul "Percakapan dengan 1 detik".

Pada suatu ketika, aku duduk dan menghadapkan hati ini ke hadapan Allah sambil menyesali rentangan usia yang telah kulewati. kupanggil 1 detik dari waktu hidupku yag telah pergi. Lalu aku katakan kepadanya:
Manusia: Aku berharap agar engkau mau kembali kepadaku, agar aku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebaikan.
Waktu   : Sungguh tidak ada waktu yang mau berkompromi untuk berhenti.
Manusia:Wahai detik, aku memohon, kembalilah padaku, agar aku dapat memanfaatkanmu dan mengisi kekuranganku pada dirimu
Waktu   : Bagaimana aku biasa kembali, sedangkan aku telah tertutup oleh perbuatan2mu.
Manusia:Cobalah lakukan yang mustahil itu dan kembalilah kepadaku! Betapa banyak detik2 selainmu yang juga kusia-siakan?
Waktu   : Seandainya kekuasaan ada di tanganku, pastilah aku kembali kepadamu. Namun hal itu tidak ada padaku. Dan detik2 itu terlipat oleh lembar2 amalmu dan diserahkan pada Allah.
Manusia:Duhai, alangkah menyesalnya aku. Betapa aku telah asering menyia-nyiakan detik dalam perjalanan hidupku. Tetapi sekali lagi kumohon kembalilah, niscaya aku akan beramal sholih"di dalammu" yang pernah kutinggalkan.
Waktu   : Wahai orang yag lalai akan dirinya, wahai manusia yang menyia-nyiakan waktunya...Tahukah engkau, saat iini demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya engkau telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu.Mungkinkah engkau mengembalikan mereka pula?

cukuplah petikan dialog diatas yang menggambarkan bahwasanya kembalinya waktu adalah suatu hal yang mustahil, menyesali waktu yang telah lewat sama sekali tidak bermanfaat. kecuali jika penyesalan tadi meruapakan taubat atas dosa2 yag telah berlalu kemudian diiringi dengan perbuatan nyata untuk memperbaikinya.

Source: Selagi Masih Ada Waktu 
by ABU FAIZ ABDURRAHMAN
 
 

Kamis, 13 Januari 2011

Hati Tak Berisi

Kalau hati itu tak berisi perhatian terhadap surga dan neraka, rasa mengharapkan surga dan usaha untuk berlari dari siksa neraka, tekad dan cita-citanya akan menjadi lemah. karena perhatian itu adalah motivator. Semakin besar harapannya terhadap surga dan usahanya untuk mendapatkannya, maka motivasi itupun semakin kuat, cita-cita dan usahanya aka semakin optimal.

Kebanyakan orang hidup di dunia ini untuk mencari hidup yang layak, berusaha mencari jalan dan dengan segera mengusahakan kebahagiaan. Apakah jalan mereka keliru ataumereka kehilangan lampu jalan?Kita akan cermati melalui ucapan Malik bin Dinar, "Panggilan dunia ini keluar dari kehidupan dunia sebelum merasakan sesuatu yang paling enak di duania ini." Ada yang bertanya, "Apakah itu?" Beliau menjawab, " makrifat kepada Allah".

"Barangsiapa yang ingin hidup enak di dunia dan akhirat bersama-sama, hendaknya ia melihat kepada yang diatasnya dalam urusan akhlak mulia dan kepada yang dibawahnya dalam soal harta benda. (Adabu''d-Dunya wa 'd-Din:81)

Dawud Ath-Tho'i menyatakan, "Jadikanlah dunia ini seperti hari puasa bagimu kemudian berbukalah saat datang kematian."

Dunia tak ubahnya mimpi dalam tidur atau bayangan sekejap mata
Orang yang pintar tak akan mudah terpedaya karenanya.

Sungguh aneh bila kita bersantai-santai, padahal hidup itu pendek waktunya, dengan habisnya sebagian waktu, kita harus tetap mengkhawatirkannya.

So, gunakan waktu untuk akhirat menuju surga.
KEEP FIGHTING TO CATCH UP THE HEAVEN.