Kamis, 13 Januari 2011

Hati Tak Berisi

Kalau hati itu tak berisi perhatian terhadap surga dan neraka, rasa mengharapkan surga dan usaha untuk berlari dari siksa neraka, tekad dan cita-citanya akan menjadi lemah. karena perhatian itu adalah motivator. Semakin besar harapannya terhadap surga dan usahanya untuk mendapatkannya, maka motivasi itupun semakin kuat, cita-cita dan usahanya aka semakin optimal.

Kebanyakan orang hidup di dunia ini untuk mencari hidup yang layak, berusaha mencari jalan dan dengan segera mengusahakan kebahagiaan. Apakah jalan mereka keliru ataumereka kehilangan lampu jalan?Kita akan cermati melalui ucapan Malik bin Dinar, "Panggilan dunia ini keluar dari kehidupan dunia sebelum merasakan sesuatu yang paling enak di duania ini." Ada yang bertanya, "Apakah itu?" Beliau menjawab, " makrifat kepada Allah".

"Barangsiapa yang ingin hidup enak di dunia dan akhirat bersama-sama, hendaknya ia melihat kepada yang diatasnya dalam urusan akhlak mulia dan kepada yang dibawahnya dalam soal harta benda. (Adabu''d-Dunya wa 'd-Din:81)

Dawud Ath-Tho'i menyatakan, "Jadikanlah dunia ini seperti hari puasa bagimu kemudian berbukalah saat datang kematian."

Dunia tak ubahnya mimpi dalam tidur atau bayangan sekejap mata
Orang yang pintar tak akan mudah terpedaya karenanya.

Sungguh aneh bila kita bersantai-santai, padahal hidup itu pendek waktunya, dengan habisnya sebagian waktu, kita harus tetap mengkhawatirkannya.

So, gunakan waktu untuk akhirat menuju surga.
KEEP FIGHTING TO CATCH UP THE HEAVEN.